Email dari Yuko Kitagawa dan PSUD 2019

Untuk semua yang akan di wisuda Maret 2020 dan yang sedang mencari pekerjaan pada 2019

Maaf mengganggu waktu Anda, saya Yuko dari Information Course Office. Berikut jadwal presentasi dari Honda Motor do Co., Ltd.
Mohon memastikan kesediaanya untuk hadir dalam paparan perusahaan tersebut.

Kira-kira begitu template email yang rutin masuk ke Inbox. Dalam seminggu, bisa lima sampai sembilan kali email masuk bernada serupa. Informasinya tentang perusahaan yang datang ke kampus untuk merekrut tenaga kerja. Informasinya ditujukan pada mahasiswa yang baru tamat atau mahasiswa yang akan tamat tahun depan. Perusahaannya macam-macam. Mulai dari nama-nama yang saya familiar seperti Honda, Toyota, Hitachi, atau perusahaan lokal, atau kepolisian dan operator Kereta Listrik.

Lain pula email tentang event serupa yang mengundang beberapa perusahaan dalam satu jadwal yang sama. Seperti job fair. Diadakan di kantin yang disulap jadi hall pertemuan. Untuk event ini, berbagai strategi dilakukan kampus untuk memastikan mahasiswa telah mendaftar. Selain email, seorang pegawai kampus berkeliling dari lab ke lab membagikan brosur tentang event tersebut. Sekalian memastikan apakah mahasiswa sudah mengetahui informasinya. Beberapa petugas lain menyebar di lingkungan kampus, berdiri di jalur yang banyak dilewati mahasiswa . Petugas ini menyapa, memberikan brosur, dan menanyakan apakah sudah mendaftar. Mungkin prinsipnya, selain cara-cara pasif seperti email dan tempelan di papan pengumuman, ditambah cara aktif langsung berinteraksi dengan mahasiswa. Cerita dari yang hadir, selesai acara diberi bingkisan berupa buku agenda dan alat tulis lengkap.

Usaha kampus untuk membuka peluang pekerjaan lainnya, masuk dari jalur supervisor. Dibuat sebuah event dimana supervisor mendorong mahasiswanya untuk presentasi oral dan poster dihadapan perwakilan-perwakilan perusahaan. Dari sisi perusahaan, moment ini juga cukup serius bagi mereka. Perusahaan diberi waktu presentasi, menjelaskan seberapa besar perusahaan mereka, trend pendapatan dari tahun ke tahun, foto gedung, dan jumlah pegawai. Bahkan ada perusahaan yang relatif masih baru, dengan bangga menampilkan seberapa beragam asal pegawai mereka, menekankan tidak harus bisa Bahasa Jepang, dan selalu menyebutkan slogan bahwa mereka akan jadi nomor 1.

Pada event tersebut, perkenalan terjadi, diskusi dibuka, dan pertukaran kartu nama. Kadang, kalau bidangnya cocok, obrolan bisa sampai serius untuk diskusi lebih lanjut sampai dengan ikatan kerja yang digunakan setelah wisuda. Mahasiswa mungkin melihat potensi pengembangan diri dalam berkembangnya perusahaan. Perusahaan mungkin melihat bibit-bibit potensial yang akan memajukan perusahaan mereka nantinya.

Secara rutin, beberapa gabungan lab juga mengadakan sidang akhir terbuka. Mahasiswa akan presentasi hasil-hasil riset mereka. Penontonnya, para profesor dari dalam dan luar kampus, pihak pemerintahan, dan donatur-donatur dana riset dari perusahaan. Sekalian uji mental mahasiswa ketika ditanya oleh penonton dengan berbagai latar belakang, sekalian membuka pintu untuk diskusi dengan supervisor lab tentang para mahasiswanya, sekalian para donatur akan berkesimpulan, duit yang mereka alokasinya telah benar-benar menghasilkan “sesuatu”.

Pernah juga, supervisor mengirimkan email. Minggu depan, perwakilan dari anak perusahaan Toyota akan datang dan presentasi ke Lab. Katanya, lulusan Lab yang bekerja di perusahaan itu memiliki pretasi yang bagus, jadi mereka mau minta lagi mahasiswa yang akan tamat dari Lab. Beberapa hari sebelum mereka datang, sebuah kardus sudah dikirimkan lebih dahulu ke supervisor. Pada hari presentasi, kardus dibuka dan berisi portofolio perusahaan, makanan ringan yang sudah dilabel dengan nama perusahaan, dan cendramata. Gaya presentasinya pun profesional. Perwakilan perusahaan sangat formal, jas lengkap. Presentasi dibuka ice breaking untuk ngobrol dengan kami, kemudian paparan posisi mereka terhadap nama besar Toyota, bidang-bidang pekerjaan yang mungkin kami geluti jika bergabung. Di akhir sesi, kami ditawarkan kunjungan ke perusahaan mereka, diminta langsung memilih jadwal kedatangan. Semua transportasi dan akomodasi ditanggung. Bahkan ditawari, coba untuk internship dulu.

Sebegitu seriusnya kampus dan perusahaan mengatur kemana mahasiswa mereka setelah wisuda. Kampus ingin semua lulusannya terserap bahkan sebelum wisuda. Perusahaan juga ingin “perburuan” calon pekerja ini mendapatkan bibit unggul sehingga menyokong perkembangan perusahaan mereka kedepan.

Saya nanya istri, “Kenapa ya mereka sebegitu seriusnya nyari-nyari tenaga kerja kayak gitu?”
Istri saya jawab, “Bagi mereka, pekerja adalah aset. Kalau mereka ingin perusahaannya terus berkembang, mereka harus bekerjasama dengan kampus, untuk mengakusisi aset terbaik. Apalagi jumlah tenaga kerjanya terbatas. Mereka harus bisa menawarkan seberapa bonafit perusahaan mereka, jenjang karir yang jelas sampai ke perusahaan induk jika mereka bagian dari holding. Selain gaji dan tunjangan.”
“Iya, bahkan ada yang menjanjikan, hari rabu dilarang lembur. Rabu malam waktu untuk keluarga.” sambung saya.

Kemudian saya senyum dan bilang ke istri:

Suatu saat nanti PCR akan keren seperti itu. Perusahaan-perusahaan akan datang ke PCR. Perusahaan dengan serius, mengkhususkan waktu untuk presentasi ke PCR, di depan mahasiswa dan calon wisudawan. Memamerkan segala hal yang mereka punya. Profil perusahaan, kesempatan kerja praktek, lowongan pekerjaan, serta membawa beberapa alumni PCR untuk meyakinkan adik-adiknya untuk bergabung bersama mereka. Karna mereka tau, kalau mau pekerja yang memiliki mental tangguh dan taat, memiliki rasa kebersamaan sehingga mudah bekerja dalam tim, dan tetap mengedepankan perhatian terhadap isu-isu lingkungan, mereka akan datang ke PCR. Karna PCR terkenal dengan Disiplin! Kebersamaan! Cinta Lingkungan!

Setidaknya beberapa catatan saya tentang kegiatan dan kejadian di PCR sudah menuju ke arah itu. Diantaranya:

  • PCR punya Sumatra Career Centre, pusat informasi lowongan pekerjaan yang dikelola dengan baik.
  • PCR mengelola kegiatan Job Fair yang pernah bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Pekanbaru
  • Sidang proyek akhir dari Program Studi Teknik Elektronika mengundang pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjadi penguji sidang.
  • PCR rutin melakukan pembekalan alumni sebelum memasuki dunia kerja.
  • Mata kuliah Kapita Selekta dan Enabling skill sudah menjadi kurikulum tetap dan diisi oleh berbagai pembicara dari birokrat, pengusaha, enterpreneur, dan industri kreatif.
  • Mata kuliah kerja praktek pun membuka kesempatan mahasiswa untuk mencari pengalaman dan menunjukkan kualitas diri ketika di perusahaan.

Itu beberapa usaha PCR untuk memastikan mahasiswanya terekspos dengan dunia kerja dan dunia setelah kuliah.

Selain itu, banyak kejadian, alumni yang sudah bekerja menanyakan ke Bapak/Ibu dosen rekomendasi lulusan PCR untuk bergabung di perusahaan tempat mereka. Pernah juga, alumni yang berwirausaha di bidang IT mencari adik-adiknya untuk bergabung di cabang perusahaan yang baru dia buka. Ada juga, lulusan PCR berombongan masuk sebuah perusahaan dan bekerja sebagai ekspatriat di perusahaan internasional.

Jadi setidaknya jalan menuju mimpi tersebut, saya rasa sudah berada pada jalur yang benar.

Nah, bagi yang masih penasaran dan ingin konfirmasi kegiatan dan kejadian yang saya ceritakan itu lebih lanjut, boleh silaturahim ke PCR, Jl. Umban Sari, No.1, Rumbai, Pekanbaru. Mau ketemu bagian marketing boleh, mau janjian ketemu Bapak/Ibu dosen di prodi tertentu juga boleh.

Boleh juga baca-baca di website pcr.ac.id. Cek Facebook dan Instagramnya.

Yang baru lulus Penjaringan Siswa Unggul Daerah (PSUD) 2019, juga boleh pakai cerita saya sebagai bahan menambah keyakinan orang tua/wali dan daftar ulang di PCR sebelum 22 Maret 2019.

#politeknikcaltexriau #pcr #pmbpcr2019 #pekanbaru

2 comments to “Email dari Yuko Kitagawa dan PSUD 2019”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *