Semobil dengan Pendidik

Seingat saya, waktu itu saya yang membawa mobil, pergi ke suatu tempat bersama keluarga besar istri. Saya lupa acara apa dan dimana. Entah bagaimana dimulainya, begini urutan percakapannya.

“Mami kalau di kelas, baok tali rapia dalam saku. Anak SD kini, bukan main lai. Lasak!” ucap tante yang biasanya kami panggi Mami, padahal anak-anaknya memanggilnya Ibu. Guru SD senior, sudah jauh lewat 10.000 jam mengajarnya.

“Lai jo ma Tek. Payah ma aja anak SMP lai. Baru-baru puber, mancari jati diri. Banyak se ulahnyo. Sakik kapalo.” ucap kakak sepupu, yang ngajar bahasa Inggris di SMP.

“Wee alun lai. Payah la ma aja anak SMA. Nan tiok sabanta galau lah, ndak fokus lah, cinta ka cinta se kapolonyo.” sambung tante yang lain, guru Biologi di SMA.

Saya senyum-senyum aja. Dalam hati, “Apa kabar saya yang dosen di Politeknik?”. Mahasiswa sekarang cerdasnya luar biasa, argumen-argumennya kadang menguji kesabaran. Momen ini membekas sekali dalam ingatan saya dan baru kali ini sempat menuliskannya.

Saya baru sadar, dalam satu mobil ini, lengkap. Ada guru SD, guru SMP, guru SMA, ada dosen. Saya lupa ada satu tante lagi yang juga pernah jadi guru TK, tapi tidak berkomentar apa-apa. Mungkin kalau tante itu cerita, ada anak TK yang logat bicaranya seperti sedang nge-vlog, “Hai guys!”.

Ternyata, pilihan menjadi pendidik, satu paket dengan tantangan yang mesti di hadapi. Setiap level pendidikan, memiliki tantangan masing-masing. Seperti percakapan diatas, level anak-anak, puberitas, dan remaja membutuhkan “kelihaian” pendidik untuk mencari cara bagaimana agar ilmunya bisa sampai dan bermanfaat.

Dan, zaman berubah. Kadang kita harus tau, kalau Tik Tok sempat di blok, sebagai bahan ice breaking di kelas. Kita harus tau, bagaimana kubu Mobile Legend dan DOTA saling memandang satu sama lain. Kita harus paham arti instastory berlayar hitam, memainkan musik syahdu, dengan hastag #mood.

Oo..iya, hari ini Program Studi Teknik Komputer di Politeknik Caltex Riau (PCR) sedang berlangsung pertemuan awal semester dengan mahasiswa. Minggu depan semester genap 2018/2019 sudah dimulai. Selamat memulai semester baru untuk rekan-rekan dosen dan mahasiswa.

Doanya tetap sama, semoga ilmunya bermanfaat. Mungkin istri saya mulai menghitung, sudah berapa kali akhir-akhir ini saya bilang ke dia kalau saya rindu ngajar. Berapa ya?

Oo..iya lagi, bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang PCR silahkan akses ke pcr.ac.id dan bagi yang ingin mendaftar jadi mahasiswa baru 2019 silahkan akses ke pmb.pcr.ac.id

#politeknikcaltexriau #pcr #pekanbaru # pmbpcr2019 #PSTKHebat #PCRGenerasiPasti

subtitles:

~Mami kalau di kelas, bawa tali rafia dalam saku. Anak SD sekarang, bukan main. Lasak~

~Mendingan tu Tante. Susah ngajar anak SMP. Baru-baru puber, mencari jati diri. Banyak ulah. Sakit kepala.~

~Wah belum seberapa. Lebih susah ngajar anak SMA. Tiap sebentar galau lah, nggak fokus lah, cinta cintaan aja isi kepalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *