Mahasiswa Favorit

“Setiap dosen punya mahasiswa favoritnya”, ucap seorang dosen kepada istri saya, saat masih jadi mahasiswi keperawatan USU. “Dan mahasiswa favorit saya, kamu”. Mudah-mudahan ilmu dari almarhumah dosen tersebut menjadi amal jariyah baginya.

“Kalau kakak, siapa mahasiswa favoritnya?” tanya istri ke saya. Saya mulai berfikir, diam, memerlukan waktu untuk menentukan.




Saya pertama kali menjadi dosen pada 1 Oktober 2014. Saat itu, saya mengajar di Program Studi Teknik Komputer. Saya mengajar mahasiswa baru, kami sebut G14. Sekarang, kelas yang saya ajar sudah berlanjut ke G15, G16, dan G17.

Apakah ada mahasiswa favorit pada kelas yang saya ajar? Bagaimana mahasiswa saya bisa dikatakan favorit? Mungkin favorit adalah mahasiswa yang pertama kali saya ingat dan hubungi ketika saya butuh bantuan.

Di G14, ada mahasiswa bernama W. Cerdas, sholeh, sopan. Kalau bahasa Inggrisnya diperbaiki, semakin luas kesempatan baginya untuk mengembangkan potensi. Saya menjadi pembimbing proyek akhirnya. Setelah wisuda, saya meminta bantuannya di proyek hibah dan pameran teknologi. Saya juga sering minta pendapatnya tentang sensor dan algoritma. Saya masih mengarahkan mahasiswa yang kesulitan pada Proyek Akhir untuk berkonsultasi dengannya. Kadang saya juga segan, sering merepotkannya padahal sekarang statusnya sama-sama staf. Saya dan istri juga sering membicarakannya, semoga segera mendapatkan jodoh yang baik.

Di G15, satu kelas menjadi mahasiswa-mahasiswi wali saya. Ada satu mahasiswa bernama R. Mahasiswa gigih, jujur, terkadang polos. Saya memberikan judul penelitian saya menjadi topik Proyek Akhirnya. Alat yang telah dibuatnya sering saya minta untuk ikut pameran. Sekali dia berinisiatif ikut lomba dan Alhamdulillah, menang. Dia saya bebaskan menggunakan semua sensor dan tools yang saya punya untuk mendukung proyek akhirnya. Saya juga minta dia menjadi perpanjangan tangan saya untuk membantu teman-temannya mengerjakan Proyek Akhir. Saat ini dia sudah melaksanakan seminar hasil dan sedang persiapan sidang. Jika lancar, dia yang akan pertama kali sidang di angkatannya. Aamiin.

Di G16, sepertinya tidak ada yang seperti W dan R. Mungkin ada L dan J yang sering mengajak saya main basket bersama. Itu saja.

Di G17, ada G. Mahasiswa asli dari Concong, sebuah pulau diseberang Tembilahan, Riau. G adalah mahasiswa pertama yang saya tawarkan menjadi asisten saya dan saya bayar profesional. Setiap Jum’at, selama sebulan, dia membantu saya merapikan format slide presentasi, kontrak kuliah, file jabatan fungsional, merekap tugas dan latihan mahasiswa. Kemauan belajarnya tinggi. Saya pernah mengajarkan dia implementasi deep learning dan berhasil. Di kelas, sering pula dia mengoreksi kesalahan saya dalam penjelasan materi kuliah.

Tapi, sejujurnya, sepertinya mereka belum jadi mahasiswa favorit saya. Sambil bercanda, saya jawab ke istri, “Mahasiswa favorit saya adalah …”
.
.
.
.
.
Bersambung

4 comments to “Mahasiswa Favorit”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *