Belajar Mengajar pada Dosen Lain

Dari tulisan ini, 2 minggu yang lewat saya sudah memulai program nomor 1, belajar mengelola kelas  dengan melihat bagaimana dosen lain mengajar di kelasnya.

Program ini saya mulai dengan melihat jadwal mengajar saya dan mencocokan dengan jadwal mengajar di Jurusan Teknik Komputer pada semester genap 2015-2016. Dari jadwal tersebut, saya mendapat beberapa kandidat nama dosen. Untuk saat ini, saya fokus pada kelas teori.

Setelah itu, jauh-jauh hari saya coba ngobrol dengan kandidat tersebut secara terpisah. Saya usahakan obrolannya tidak formal dan dalam suasana santai. Kepada mereka saya ceritakan keresahan saya dalam mencari inspirasi untuk mengelola kelas.

Melihat dari respon mereka yang saya “curhati” maka saya coba tanyakan apakah saya boleh masuk ke kelas mereka untuk belajar dari mereka langsung. Alhamdulillah, mayoritas bersedia walaupun ada dosen yang awalnya malu-malu antara boleh atau tidak.

Pada pertemuan informal berikutnya, dari jadwal mereka, saya coba tanyakan kelas mana dan kapan sebaiknya saya masuk. Mereka tersebut juga memberikan masukkan terkait kondisi kelas apakah akan ada ujian atau ada perubahan ruangan kelas dari yang sudah dijadwalkan. Saya juga meyakinkan mereka bahwa saya hanya akan duduk dan memperhatikan ketika di dalam kelas. Tidak menginterupsi, bertanya pada mahasiswa, atau bertanya tentang materi yang diajarkan. Saya murni hanya ingin belajar cara mengelola kelas.

Total ada 3 kelas yang akan saya ikuti dari 3 dosen yang berbeda. Lucunya, saya baru menyadari pemilihan ini, yang awalnya hanya berdasarkan kecocokan jadwal, ternyata memiliki ke-khas-an masing-masing. Mari kita bahas.

Dosen pertama tergolong junior disini. Antara dia dan saya hanya berbeda beberapa bulan memulai bekerja disini. Dosen ini bisa menjadi refleksi bagi saya seperti apa dosen yang masih ‘hijau’ dalam mengelola kelas.

Dosen kedua merupakan pengajar angkatan pertama di kampus ini. Artinya, lama beliau menjadi dosen disini sama dengan umur kampus ini. Pada dosen ini, saya bisa melihat kemampuan pengelolaan kelas dari jam terbang mengajarnya yang sudah ribuan.

Dosen ketiga lulusan dari universitas dengan gelar sarjana pendidikan. Beliau sudah mendapat teori mengajar ketika dia kuliah dan sekarang berada di jalur untuk mempraktekkan teori yang dia dapat.

Pada jadwal kelas yang sudah ditentukan, saya berusaha datang tepat waktu untuk menghormati aturan main kelas yang ditetapkan dosen tersebut. Ketika saya masuk, saya menemukan wajah-wajah mahasiswa yang heran dengan kehadiran saya. Kemudian, dosen mereka akan menjelaskan status saya pada pertemuan tersebut dan agar kelas berjalan seperti biasa.

Saya kemudian duduk diantara mahasiswa. Saya memilih duduk di baris paling belakang agar bisa ‘memotret’ semua kejadian di dalam kelas dengan jelas. Sebagai alat bantu, saya membawa buku catatan dan pena. Selama kelas, saya akan memperhatikan gestur, intonasi, kata-kata, dan metode unik dari dosen tersebut untuk kemudian dicatat pada buku saya.

Catatan saya bagi menjadi 3 bagian. 1 bagian mencatat kalimat-kalimat menarik yang diucapkan dosen, 1 bagian mencatat metode, dan 1 bagian mencatat pertanyaan yang akan saya ajukan setelah kelas berakhir.

Dosen 1

  • Kelas ini merupakan mata kuliah yang sangat teoritis. Tidak ada hitung-hitungan dan logika. Murni hafalan. Tapi dosen ini selalu menekankan jangan dihapal namun dipahami.
  • Suasana kelas ini sangat cair tapi tetap tegas.
  • Beberapa materi kuliah dikaitkan dengan lomba yang bisa diikuti mahasiswa. Sehingga mahasiswa lebih temotivasi untuk serius dalam belajar.
  • Dosen mengulang kembali jawaban mahasiswa terhadap pertanyaan yang sudah diberikan sebelumnya. Hal ini untuk membenarkan dan menyeragamkan kembali jika ada persepsi yang salah atas jawaban tersebut.
  • Pada slide dicantumkan konten pertemuan dan capaian pembelajaran yang ingin diraih.
  • Karena ini kelas pagi hari, mahasiswa yang belum sarapan untuk keluar sebentar mencari pengganjal perut.
  • Berjalanlah keliling ruangan dan tidak hanya terpaku pada area di depan papan tulis saja.
  • Setiap pernyataan mahasiswa selalu digali untuk berfikir kritis dengan pertanyaan “kenapa”.
  • Materi yang diberikan dikaitkan dengan realitas di dunia nyata.
  • Sesekali kaitkan dengan materi pertemuan sebelumnya agar mahasiswa membaca catatannya kembali.
  • Penjelasan sebaiknya didukung dengan grafis dan gambar agar mudah diingat mahasiswa.
  • Sebutkan sumber referensi jika merujuk suatu konsep.
  • Mainkan intonasi dalam berbicara. Mirip seperti storytelling dan santai.
  • Hubungkan satu slide dengan slide lain.
  • Sebuah kalimat bisa dikembangkan lagi berdasarkan prosesnya atau waktunya.
  • Manfaatkan fitur animasi by click untuk slide.
  • Sampai pada titik tertentu, langsung evaluasi target capaian pembelajaran sudah diraih atau belum.

Dosen 2

  • Isi kelas dengan pemutaran video yang menarik.
  • Rujuk materi ke dunia real seperti Proyek Akhir.
  • Tatapan ke seluruh kelas dan terkesan personal.
  • Intonasi bervariasi ketika berbicara.
  • Posisi berdiri berpindah-pindah.
  • Penjelasan materi seperti storytelling.
  • Selingi penjelasan dengan tawa dan senyum agar suasana kelas cair.
  • Gunakan fasilitas zoom dari proyektor untuk penjelasan gambar agar lebih fokus.
  • Ukur waktu yang tersisa berdasarkan jumlah materi yang akan diajarkan.
  • Hubungkan satu penjelasan dengan penjelasan lainnya.
  • Hubungkan teori dengan proses praktikum.
  • Metoda yang digunakan adalah little/small step bawaan dari KUMON

Dosen 3

Pada kelas ini ternyata sedang melaksanakan kuis. Kuisnya tidak konvensional seperti kuis di kelas pada umumnya. Kuisnya, benar-benar kuis. Detail kegiatannya ada di tulisan ini. Berikut catatan saya untuk kelas ini.

  • Gestur tangan membantu penjelasan materi. Jika ada hal-hal yang berkaitan dengan hitungan, pergerakan proses, atau posisi, maka penjelasan yang disertai gestur akan lebih menarik bagi mahasiswa.
  • Biarkan kelas bergerak sendiri. Dosen hanya menginstruksikan apa yang akan dilakukan oleh mahasiswa tanpa perlu repot kesana kemari mengatur mahasiswa.
  • Aturan kuis perlu dijelaskan lebih dari 1 kali.
  • Tidak terlalu kaku dengan peraturan dan sebisanya kompromi terhadap kondisi mahasiswa.
  • Lakukan evaluasi hasil pada akhir kelas dan dengarkan “suara” mahasiswa.
  • Cermati efek jadwal kelas terhadap psikologis mahasiswa. Ketika jadwal kelas di pagi hari, mahasiswa cenderung mengantuk. Untuk menghindarinya, usahakan mahasiswa banyak bergerak.
  • Dekati mahasiswa yang bertanya agar petanyaan yang diajukan mahasiswa lebih jelas.
  • Buat diskusi menjadi interaktif dengan saling melempar pertanyaan antar mahasiswa.

Karena masih merasa kurang mendapat feel cara mengajar dikarenakan kegiatan kuis ini, saya kembali masuk ke kelas dosen ini pada pertemuan berikutnya. Berikut catatan yang saya buat pada kesempatan kedua ini.

  • Memulai kelas dengan menanya kabar dan sarapan.
  • Buka kelas dengan cerita pengantar kuliah.
  • Konfirmasi cerita ke mahasiswa apakah persepsinya sama.
  • Penjelasan bisa dibantu dengan mind map yang digambarkan di papan tulis.
  • Langsung tanya mahasiswa yang sedang bengong.
  • Jaga hubungan perhatian mahasiswa agar tidak terputus.
  • Hubungkan materi yang diajarkan dengan kondisi realitas dunia sebenarnya.
  • Ditengah penjelasan, coba tanya apakah terlalu cepat dalam menjelaskan materi.
  • Jelaskan materi dengan gambar.
  • Ukuran font tulisan di papan tulis harus cukup besar.
  • Buat soal cerita yang dicatat mahasiswa.
  • Variasikan soal yang diberikan.
  • Slide hanya digunakan untuk memperlihatkan tabel, gambar, dan hal-hal yang memakan waktu untuk digambarkan/dituliskan di papan tulis.
  • Di akhir kelas, review pengetahuan apa yang sudah didapatkan hari ini.
  • Bonus nilai langsung diberikan dengan memberikan pertanyaan mendadak.

Sekian dulu laporan program belajar mengelola kelas.

“Doanya tetap sama, semoga ilmunya bermanfaat.”

Politeknik Caltex Riau

4 comments to “Belajar Mengajar pada Dosen Lain”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *