Quality of Service and Quality of Experience

Quality – Dalam sebuah layanan yang melibatkan jaringan multimedia, kualitas layanan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Kualitas layanan menentukan apakah sebuah layanan tersebut akan digemari oleh pengguna. Selain itu, kualitas layanan akan menentukan apakah seorang pengguna akan direkomendasikan layanan yang dinikmatinya ke pengguna lain. Dalam jangka panjang, kualitas layanan juga menentukan apakah layanan tersebut akan digunakan dalam waktu yang lama.

Pembahasan kualitas sebuah layanan bisa dilihat dari dua pendekatan. Pendekatan yang pertama merupakan pendekatan subjektif atau disebut kualitas layanan yang subjektif (QoE). Dengan menggunakan pendekatan ini, pengguna ditanyai secara langsung pendapatnya mengenai kualitas layanan yang mereka rasakan. Biasanya, proses ini dilakukan dalam bentuk survei kualitas layanan. Jawaban dan pendapat pengguna yang bersifat kualitatif dikuantisasikan dalam bentuk angka-angka yang diolah dalam analisa statistik. Informasi ini kemudian disimpulkan untuk memperoleh hasil seberapa baik atau buruk kualitas layanan yang sedang dinikmati pengguna.

Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas layanan dari pendekatan subjektif ini. Ada faktor ekstrinsik yang berasal dari pengaruh luar si pengguna dan ada pula faktor intrinsik yang berasal dari dalam diri si pengguna layanan. Beberapa faktor intrinsik sudah dibahas dalam tulisan lain berjudul “Aspek Intrinsik dari Kualitas Video”. Untuk faktor ekstrinsik beberapa contohnya adalah sebaran noise pada layanan, sensitifitas pengguna terhadap perubahan parameter seperti frame rate pada video, dan kombinasi kualitas audio dan video. Selain itu, faktor seperti saliency, playback buffer, codec adapter, bahkan zap time dan resposivitas jaringan multimedia juga menjadi hal yang mempengaruhi kualitas layanan yang dirasakan dari sisi pengguna.

Pendekatan kedua dilakukan dengan mengukur parameter-parameter yang mempengaruhi kualitas layanan (QoS). Dengan pengukuran parameter-parameter ini, maka kualitas layanannya diukur secara objektif dan kuantitatif. Sebagai contoh, jika layanan yang diukur adalah video streaming melalui jaringan tertentu maka parameter yang diukur adalah parameter yang mempengaruhi kualitas video, kualitas jaringan, dan kualitas device yang terlibat. Maka dari itu, parameter ini bisa dikategorikan menjadi Quality of Service-Network (QoSN) parameter, Quality of Service-Application (QoSA) parameter dan Quality of Service-Device (QoSD) parameter.

QoSN parameter terdiri dari delay, jitter, packet loss, dan throughput. Sedangkan QoSA parameter diantaranya adalah frame rate, resolusi, bit depth, video codec, audio rate, audio channel, dan audio rate. Untuk QoSD parameter contohnya display resolution, brightness, power consumption, dan price.

Nah, sudah cerita seriusnya?

Jadi 14, 15 dan 16 April 2016, Politeknik Caltex Riau melakukan proses visitasi akreditasi untuk program studi Teknik Elektronika Telekomunikasi, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika.

Doakan usaha kami dalam penyusunan borang 3A, 3B dan Evaluasi Diri berujung pada takdir nilai akreditasi “A”. Doa lainnya tetap sama, semoga ilmu yang kami ajarkan pada anak didik disini bisa bermanfaat sehingga menjadi amal bagi kami. Aamiin.

#tulisan #degdegan #nunggu #giliranvisitasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *