Manfaat Pretest di Awal Perkuliahan

Pada tulisan kali ini, penulis ingin memaparkan temuan sudut pandang baru sebagai seorang dosen. Tulisan ini mengangkat salah satu konsep yang diaplikasikan dalam pengelolaan kelas, khususnya mengenai penggunaan Pretest (Pre-Test). Pretest diartikan sebagai tes awal yang dilakukan sebelum materi kuliah diajarkan. Pretest bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dasar mahasiswa mengenai materi yang akan diajarkan. Menariknya, setelah menerapkan Pretest ini, penulis merasakan manfaat yang jauh lebih besar.

Sebelum bercerita mengenai manfaat yang penulis dapatkan, penulis akan terlebih dahulu membahas mengenai asal muasal ide Pretest ini. Konsep Pretest ini penulis dapatkan dari Harvard Bussiness School (HBS). HBS, sebagai salah satu sekolah terbaik, memiliki berbagai konsep pengelolaan kelas dan gaya mengajar. Salah satunya diilustrasikan pada Gambar 1.

2Gambar 1

Konsep ini dibagi menjadi enam tahapan. Tahap pertama adalah Pretest yang dilakukan pada awal pertemuan. Kemudian dilanjutkan dengan tahap tutorial mengenai materi pelajaran pada tahap kedua. Untuk memperkuat pemahaman mahasiswa, tutorial disertai dengan contoh kasus dan penyelesaiannya. Bagian ini dimasukkan sebagai tahap ketiga. Kemudian, beberapa simulasi kasus diberikan kepada mahasiswa pada tahap keempat. Kasus per kasus ini kemudian akan dibahas dalam diskusi pada tahap kelima. Penilaian, sebagai tahap keenam, akan dilakukan pada mahasiswa berdasarkan keseluruhan proses yang telah dijalankan.

Pada Gambar 1, panah berwarna biru menunjukkan hubungan Pretest dengan tahap contoh kasus dan tahap simulasi. Sesuai dengan tujuannya, hasil Pretest ini akan digunakan untuk menyesuaikan rancangan materi contoh dan simulasi yang akan diberikan. Penyesuaian dapat berupa tingkat kesulitan contoh kasus dan kerumitan tahap simulasi.

Soal-soal pada Pretest juga tidak terpaku pada materi ajar saja. HBS juga merancang soal Pretest untuk mengetahui latar belakang mahasiswanya yang beragam dari berbagai jenis bisnis dan korporasi. Hasil Pretest ini akan disesuaikan dengan rancangan simulasi yang akan diberikan kepada mahasiswa. Sebagai contoh, mahasiswa dengan latar belakang bisnis telekomunikasi akan diberikan simulasi yang berkaitan dengan bisnis telekomunikasi. Pada akhirnya, mahasiswa akan mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai ilmu yang mereka pelajari.

Pada semester ganjil 2014/2015, penulis yang mengampu mata kuliah Teori Algoritma dan Pemograman telah menerapkan konsep Pretest ini. Pada pertemuan pertama, penulis menyiapkan lima soal Pretest. Desain soal tersebut terdiri dari pemahaman awal, informasi dasar, pemahaman istilah, pertanyaan umum, dan pertanyaan khusus. Tabel 1 menunjukkan desain dan bentuk pertanyaan yang diberikan.

 Tabel 1

1

Hasil dari Pretest ini dapat dianalisa seberapa jauh mahasiswa mengenal matakuliah Algoritma dan Pemograman. Dari Pretest ini pula dapat diketahui mahasiswa yang sudah lebih tahu daripada teman-temannya. Dari hasil ini, beberapa manfaat Pretest adalah sebagai berikut:

  1. Memudahkan dosen mengelola soal dan mengatur tingkat kesulitan soal yang akan diberikan ke mahasiswa.
  2. Memudahkan dosen memutuskan siapa yang akan maju kedepan ketika semua mahasiswa tidak berani untuk inisiatif atau ketika ingin menerangkan materi yang cukup vital. Pola yang penulis dapatkan, mahasiswa akan lebih merasa dekat ketika teman mereka yang menerangkan dalam bahasa dan intonasi pergaulan mereka sehari-hari, kalaupun ada yang kurang tepat, bisa diluruskan oleh dosen kemudian.
  3. Banyak materi-materi dasar yang bisa kita flash-back ketika pembelajaran sudah berlangsung. Efek ini bisa membantu menancapkan ingatan yang lebih kuat pada mahasiswa.
  4. Memberikan mahasiswa rujukan referensi ke teman mana harus bertanya jika mengalami kesulitan.
  5. Hiburan bagi dosen ketika membaca jawaban mahasiswa yang lucu dan berusaha formal dalam menjawab Pretest.

Akan tetapi, beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan Pretest antara lain:

  1. Informasikan mahasiswa bahwa Pretest tidak mempengaruhi nilai. Ini akan sangat melegakan mahasiswa sehingga beban dalam menjawab soal Pretest akan berkurang. Informasikan pula Pretest hanya untuk menemukan metoda yang tepat untuk mengajar nantinya.
  2. Sederhanakan soal Pretest yang diberikan.
  3. Gunakan hal-hal yang ada didekat mereka atau familiar dalam soal Pretest.
  4. Setelah Pretest, bahasa soal satu persatu, untuk memberikan gambaran bagi mahasiswa tentang rupa kuliah yang akan mereka jalani.

 

Politeknik Caltex Riau, Desember 2014

Yoanda Alim Syahbana, S.T., M.Sc.

One comment to “Manfaat Pretest di Awal Perkuliahan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *