Mengaktifkan Siswa di Kelas

Dosen atau guru berfungsi sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Begitulah pernyataan mentor dalam pelatihan AA-Pekerti yang penulis ikuti. Salah satu fungsi fasilitator adalah mengaktifkan siswa di kelas yang diampunya. Semakin aktif siswa dalam proses pembelajarannya dipercaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelajaran yang dipahami dan diterimanya.

Tulisan kali ini berisi beberapa metoda atau teknik atau yang penulis istilahkan Play Card yang digunakan untuk mengaktifkan siswa di kelas. Tulisan kali ini bertujuan sebagai catatan pribadi bagi penulis. Seiring dengan tujuan itu, semoga tulisan ini juga bermanfaat sebagai referensi bagi pembaca yang membutuhkan Play Card sejenis.

Play Card-Play Card berikut ini penulis gunakan dalam isi slide persentasi dalam mengajar di kelas. Kemudian, penulis meminta siswa untuk menjawab dan menyelesaikan Play Card yang diminta.

1. True False
Beberapa pernyataan terkait materi pelajaran ditampilkan pada slide. Setiap pernyataan dirancang untuk bersifat Benar atau Salah. Permainan logika bisa diterapkan dalam penyusunan pernyataan seperti negasi, double negasi, dan kesalahan asumsi. Kemudian, siswa diminta untuk menentukan apakan penyataan yang ditampilkan bersifat Benar atau Salah.

Saran: Metoda ini sering penulis gunakan pada pertemuan awal. Karena kesederhanaanya, mahasiswa cepat sekali merespon terhadap pernyataan yang ditampilkan. Usahakan pernyataan juga tidak terlalu panjang.

2. Matching
Dua kolom ditampilkan pada slide. Kolom pertama berisi beberapa istilah dalam urutan angka sedangkan kolom kedua berisi beberapa pasangan dari istilah di kolom pertama. Agar tidak membingungkan, istilah di kolom kedua diurutkan berdasarkan abjad. Siswa diminta mencocokkan isi kolom pertama dengan isi kolom kedua. Selain mengisi istilah pada kedua kolom, metoda ini bisa dikembangkan untuk mencocokkan gambar atau diagram.

Saran: Metoda ini membuat siswa bergerak kedepan kelas untuk menarik garis antar pasangan kata/gambar. Usahakan aliran mahasiswa ke depan kelas terkontrol sehingga depan kelas tidak terlalu ramai. Setelah semua kata/gambar mendapatkan pasangannya, minta siswa untuk menerangkan kembali tarikan garis yang sudah dibuatnya. Hal ini untuk menguatkan lagi teori yang telah dipahami siswa. Disarankan pula agar tidak semua istilah pada kolom memiliki pasangan. Minta kembali ke siswa untuk membuat pasangan sendiri dari istilah yang tersisa ini.

3. Completion
Siswa diperlihatkan kalimat yang berisi definisi dari suatu istilah. Namun, istilahnya disembunyikan dibalik titik-titik. Siswa diminta untuk menebak istilah apa yang dimaksud dari definisi yang diberikan.

Saran: Metoda ini cocok untuk materi pelajaran yang berisi banyak definisi istilah. Dengan metoda ini diharapkan mempermudah siswa untuk mengingat definisi dari istilah yang diajarkan.

4. False Detection
Sebuah diagram atau gambar yang sengaja dibuat tidak lengkap ditampilkan pada slide. Bagian-bagian yang dihilangkan merupakan bagian-bagian penting yang sudah dibahas pada materi sebelumnya. Siswa diminta untuk mendeteksi bagian yang tidak lengkap tersebut dan melengkapinya. Siswa juga diminta untuk memberikan alasan pentingnya bagian tersebut pada diagram atau gambar tersebut.

Saran: Metoda ini penulis terapkan pada jenis materi yang lebih visual seperti diagram alir dan blok sistem. Setelah meminta siswa untuk melengkapi, siapkan pula sebuah gambar yang lengkap sebagai referensi bagi jawaban siswa. Pastikan tidak ada bagian yang tidak lengkap sehingga siswa benar-benar tau kelengkapan diagram atau gambar sudah sesuai standar (jika ada).

5. The Scholars
Salah seorang siswa berdiri di depan kelas menghadap ke teman-temannya. Slide yang dibuka dibelakang siswa tersebut menampilkan sebuah istilah dari materi yang telah dibahas. Teman-temannya, secara bergiliran, menyusun sebuah kalimat yang berisi definisi dari istilah tersebut. Siswa yang di depan akan menjawab istilah yang dimaksud teman-temannya. Jika siswa yang di depan berhasil dengan tepat menyebutkan istilah yang dimaksud maka temannya akan mendapat poin. Poin ini boleh dilombakan dan jika berminat boleh menberikan hadiah untuk poin tertinggi.

Saran: Metoda ini sering penulis gunakan pada materi yang terdiri dari istilah-istilah asing dengan jumlah banyak. Sulitnya menghapal dan membiasakan siswa dengan istilah asing menjadikan metoda ini salah satu favorit penulis. Untuk menghemat waktu, kelas bisa dibagi menjadi 3 tim yang akan memberikan definisi istilah.

6. Roulete Game
Kelas dibagi menjadi lima atau enam kelompok. Setiap kelompok akan menantang kelompok lain dengan memberikan tantangan untuk menjawab dan menyelesaikan soal yang mereka buat. Jika kelompok yang ditantang berhasil menyelesaikan soal, maka kelompok ini mendapat 4 poin dan kelompok penantang mendapat pengurangan poin sebanyak 1. Sebaliknya, jika kelompok penantang tidak berhasil menyelesaikan soal, kelompok penantang mendapat pengurangan poin sebanyak 1 dan kelompok pembuat soal mendapat 4 poin. Penulis sarankan untuk memberikan apresiasi untuk tim yang memiliki poin tertinggi ketika semua tim sudah mendapat giliran.

Saran: Metoda ini cocok untuk diberikan pada pertengahan semester, saat siswa sudah mulai memiliki banyak pengetahuan tentang materi yang diajarkan. Hal ini disebabkan untuk membuat sebuah soal, siswa harus mulai paham materi yang diberikan. Materi ini juga digunakan sebagai bentuk lain simulasi dari latihan materi yang sudah diberikan. Dengan metoda ini pula, dosen atau guru tidak terlalu berat memikirkan soal untuk simulasi dan latihan. Terkadang, soal-soal yang dimunculkan oleh siswa juga beragam dan kreatif.

7. If-Then
Pernyataan sebab-akibat ditampilkan pada slide. Siswa diminta untuk mengecek kebenaran hubungan sebab-akibat yang ditunjukkan pada pernyataan yang dibuat. Selain itu, dapat pula yang ditampilkan hanya penyataan sebab saja atau pernyataan akibat saja. Kemudian siswa diminta untuk melengkapi pasangan yang belum ada dari sebab ataupun akibat.

Saran: Metoda ini cocok untuk materi yang membutuhkan pemahaman sebab-akibat. Metoda ini juga cocok untuk melatih kemampuan nalar siswa.

8. Stray Bullet
Dalam penjelasan sebuah materi, dosen atau guru secara acak melempar pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan yang dilempar diusahakan dijawab dengan singkat untuk menjaga fokus siswa. Metoda ini bisa membuat siswa tetap fokus terhadap materi yang diberikan.

Saran: Metoda ini cepat sekali menarik perhatian mahasiswa. Semakin acak pola siswa yang ditanya, maka semakin siap menantang kesiapan siswa dalam menjawab pertanyaan. Metoda ini juga efektif digunakan untuk mengejutkan mahasiswa yang sudah mulai sayu dan mengantuk.

9. Continuity
Metodanya sederhana, setiap siswa secara berurutan harus menyebutkan satu kata yang sambung menyambung membentuk definisi sebuah istilah atau pengertian sebuah konsep. Esensinya, setiap siswa harus memperhatikan runtutan kata yang sudah disebutkan teman lain untuk menyesuaikan dengan kata yang akan disebutkannya. Selain itu, siswa juga harus paham tentang istilah dan konsep yang sedang dibahas.

Saran: Metoda ini lumayan bisa mencairkan kesunyian kelas yang memiliki dua arti yaitu siswa paham sama sekali atau siswa sama sekali tidak paham. Kesederhanaan metoda ini membuat siswa mudah menangkap esensi metodanya. Pada bagian akhir dari penggunaan metoda ini tetap harus ditekankan oleh guru atau dosen bahwa walaupun metoda ini seperti bermain-main namun tujuannya tetap untuk mempermudah proses pembelajaran.

10. Crossword
Banyak orang familiar dengan teka teki silang. Penulis memanfaatkan konsep teka teki silang untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Siswa diperlihatkan sebuah kotak-kotak yang membentuk teka teki silang. Siswa diminta melengkapi isi kotak-kotak ini berdasarkan petunjuk yang diberikan.

Saran: Untuk mendukung kemudahan dalam penggunaan metoda ini, beberapa situs telah menyediakan fitur pembuatan kotak-kotak teka teki silang. Dua diantaranya bisa diakses di sini dan di sini.

11. Wordpedia
Mirip seperti teka teki silang, metoda ini menampilkan susunan huruf-huruf dalam baris dan kolom. Siswa diminta untuk menemukan istilah yang tersembunyi dalam susunan huruf-huruf tersebut. Petunjuk yang diberikan terkait dengan materi yang sudah diberikan.

Saran: Sama seperti metoda teka teki silang, telah ada banyak situs yang menyediakan kemudahan pembuatan susunan huruf. Lagi-lagi dua diantaranya bisa dicoba dari sini dan yang agak rumit ada di sini.

Mungkin Play Card untuk mengaktifkan siswa dalam tulisan ini sederhana dan sudah diketahui oleh banyak orang. Namun, penulis yakin sesuatu yang sederhana jika tidak didokumentasikan dengan baik akan sulit untuk ditemukan jika sewaktu-waktu diperlukan.

Penulis juga berharap mendapat komentar berupa teknik atau metoda atau Play Card lain dari para pembaca untuk memperluas wawawan penulis dan meningkatkan kualitas penulis sebagai dosen.

Terima kasih dari seorang yang bercita-cita menjadi dosen yang bahagia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *